Tampilkan postingan dengan label tahukah kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahukah kamu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 September 2013

Rumus Jarak Aman Nonton TV

Rumus Jarak Aman Nonton TV

Televisi sering dijadikan kambing hitam rusaknya indera penglihatan pada anak-anak yang gemar menonton TV. Para orang tua biasanya hanya mengatakan “nonton TV jangan dekat-dekat” tanpa menjelaskan secara detil sedekat atau sejauh apa si anak seharusnya menonton TV.

althouse.blogspot.com

Ternyata untuk menghitung jarak aman menonton TV, ada rumus untuk menghitung jarak aman menontonnya agar tidak berefek buruk terhadap mata kita. Rumus inipun juga berlaku secara internasional. Bagaimana rumus tersebut?
Rumus jarak aman nonton TV = Ukuran layar televisi (inchi) x 5

Apa yang dimaksud dengan Ukuran layar televisi yang biasa diukur dalam satuan inchi? Ukuran layar televisi adalah jarak diagonal layar dari ujung layar kiri atas ke ujung layar kanan bawah.

Nah berikut ini jarak aman menonton TV berdasarkan rumus tersebut dan hanya terpaut dari ukuran layar televisi yang populer di Indonesia:

    14 inchi = 1,78 meter
    17 inchi = 2,16 meter
    20 inchi = 2,54 meter
    21 inchi = 2,67 meter
    29 inchi = 3,67 meter
    32 inchi = 4,07 meter
    50 inchi = 6,35 meter

Selain itu, jika Anda memiliki TV diluar ukuran diatas, maka silahkan hitung sendiri dengan mengalikan diagonal layar dengan 5, lalu dikali lagi dengan 0,0254. Sebab 1 inchi adalah 0.0254 meter.

Sumber : kabarnesia.com
Mengapa Nyamuk Bisa Berdiri Di Atas Permukaan Air?

Mengapa Nyamuk Bisa Berdiri Di Atas Permukaan Air?

Bagi kita manusia, berdiri di atas permukaan air adalah hal yang mustahil. Tapi, bagi seekor nyamuk, berdiri di atas permukaan air merupakan hal yang biasa. Apa ya, rahasianya?

Hal ini berkaitan erat dengan tegangan permukaan air. Tegangan permukaan terjadi karena interaksi molekul-molekul zat cair di permukaan zat cair tersebut.
Setiap benda terdiri dari molekul-molekul kecil yang saling berinteraksi, termasuk air. Setiap benda memiliki jenis molekul yang berbeda. Interaksi antar molekul dalam suatu zat disebut kohesi, sedangkan interaksi antar molekul pada zat yang berbeda disebut adhesi.

Karena setiap molekul air berinteraksi, setiap molekul di dalam air mengalami gaya tarik dari segala arah sehingga menghasilkan gaya total sebesar nol. Pada permukaan air, hanya terdapat molekul air di samping kanan, kiri, dan bagian bawahnya yang menariknya, sedangkan di bagian atasnya tidak ada molekul air yang memberi gaya tarik. Inilah yang menyebabkan permukaan air tampak memiliki lapisan tipis elastis.

Jika di atas permukaan air diletakkan benda lain, maka benda ini akan memberi tekanan tertentu pada permukaan air. Molekul-molekul air di bawah permukaan akan memberikan gaya ke atas untuk menopang benda tersebut.

Besarnya gaya ke atas ini merupakan perkalian koefisien tegangan permukaan zat cair dengan luas permukaan benda di atasnya. Gaya ke atas dari molekul-molekul air ini menyebabkan nyamuk tidak tenggelam dan mampu berdiri di atas permukaan air. Nyamuk yang sangat ringan tidak mampu memecah tegangan permukaan air.

Kalau badan kita, tentu memiliki gaya tekan yang jauh lebih besar dari tegangan permukaan air, makanya kita tidak bisa berdiri seperti nyamuk di atas air.

Sumber : sains.me

Jumat, 30 Agustus 2013

Mengapa Nyamuk Bisa Berdiri Di Atas Permukaan Air?

Mengapa Nyamuk Bisa Berdiri Di Atas Permukaan Air?

Bagi kita manusia, berdiri di atas permukaan air adalah hal yang mustahil. Tapi, bagi seekor nyamuk, berdiri di atas permukaan air merupakan hal yang biasa. Apa ya, rahasianya?

Hal ini berkaitan erat dengan tegangan permukaan air. Tegangan permukaan terjadi karena interaksi molekul-molekul zat cair di permukaan zat cair tersebut.
Setiap benda terdiri dari molekul-molekul kecil yang saling berinteraksi, termasuk air. Setiap benda memiliki jenis molekul yang berbeda. Interaksi antar molekul dalam suatu zat disebut kohesi, sedangkan interaksi antar molekul pada zat yang berbeda disebut adhesi.

Karena setiap molekul air berinteraksi, setiap molekul di dalam air mengalami gaya tarik dari segala arah sehingga menghasilkan gaya total sebesar nol. Pada permukaan air, hanya terdapat molekul air di samping kanan, kiri, dan bagian bawahnya yang menariknya, sedangkan di bagian atasnya tidak ada molekul air yang memberi gaya tarik. Inilah yang menyebabkan permukaan air tampak memiliki lapisan tipis elastis.

Jika di atas permukaan air diletakkan benda lain, maka benda ini akan memberi tekanan tertentu pada permukaan air. Molekul-molekul air di bawah permukaan akan memberikan gaya ke atas untuk menopang benda tersebut.

Besarnya gaya ke atas ini merupakan perkalian koefisien tegangan permukaan zat cair dengan luas permukaan benda di atasnya. Gaya ke atas dari molekul-molekul air ini menyebabkan nyamuk tidak tenggelam dan mampu berdiri di atas permukaan air. Nyamuk yang sangat ringan tidak mampu memecah tegangan permukaan air.

Kalau badan kita, tentu memiliki gaya tekan yang jauh lebih besar dari tegangan permukaan air, makanya kita tidak bisa berdiri seperti nyamuk di atas air.


Sumber : sains
Apakah Nyamuk Kanibal?

Apakah Nyamuk Kanibal?

Perilaku kanibal seringkali tampak pada mahluk hidup. Kita sudah pernah lihat hiu yang makan hiu. Nah, apakah hal ini juga berlaku pada nyamuk?

“Sayangnya, nyamuk dewasa betina sudah tidak menggigit satu sama lain lagi. Mereka menyimpan kebiasaan menggigit mereka untuk Anda dan saya,” ujar Joseph Conlon, seorang entomologi dan penasihat teknis di Mosquito Control Association, seperti dilansir laman Discovery News.
listverse.com
Conlon mengatakan, ada beberapa spesies nyamuk yang memakan satu sama lain ketika mereka dalam fase larva. Salah satunya adalah Psorophora ciliata, yang disebut gallinipper. Nyamuk asal Michigan ini berukuran jumbo. Mereka menjadi begitu banyak ketika musim panas tiba. Pasalnya, pada musim sebelumnya, yakni musim hujan, mereka akan mulai berkembang biak besar-besaran.

“Mereka bertelur di genangan air, dan ketika larva muncul, mereka akan bermain 'raja genangan' dengan mengkonsumsi larva nyamuk lain,” ujar Conlon. Siapa yang bertahan maka ialah sang “raja genangan”.

Spesies lain yang dikenal kanibal ketika menjadi larva adalah Toxorhynchites rutilis. Spesies ini berkembang biak di lubang pohon. Mereka akan saling memangsa larva lain di lubang pohon yang sama.

Kedua nyamuk ini bukanlah seperti nyamuk yang biasa kita temui. Mereka tidak akan mengisap darah manusia atau hewan lainnya. Jadi, bagian cerita film Jurassic Park yang menampilkan nyamuk yang diawetkan karena menyimpan darah dinosaurus hanyalah rekaan belaka. Faktanya, nyamuk ini tidak akan berisi darah.

Sumber : tempo
Mengapa Portugal Merayakan Revolusi Bunga?

Mengapa Portugal Merayakan Revolusi Bunga?

Revolusi Bunga (Carnation Revolution atau Revolução dos Cravos) merupakan revolusi (kudeta) tak berdarah yang terjadi di negara Portugal pada tahun 1974.

Revolusi Bunga membuat kediktatoran yang telah berkuasa selama hampir 50 tahun akhirnya terguling. Setelah periode singkat kekacauan, Portugal muncul sebagai negara demokrasi yang mapan.
 
 
Sejarah revolusi ini berawal pada tahun 1926, ketika sebuah kudeta militer mendirikan Estado Novo dengan menggulingkan Republik Pertama Portugal yang baru lahir pada tahun 1910 untuk menggantikan monarki Portugal.

Warga negara Portugal merasa tertekan di bawah rezim ini selama hampir 50 tahun. Setelah menunggu, pada akhirnya militerlah yang mengakhiri rezim dikatator ini.

Para perwira militer dengan kecenderungan sayap kiri mendalangi kudeta dalam menanggapi pemecatan seorang jenderal Portugis yang menentang kebijakan kolonial Portugis.

Pada dini hari tanggal 25 April 1974, Revolusi Bunga dimulai di kota Lisbon.

Kekuatan militer dengan cepat mengepung pemerintahan, memicu demonstrasi spontan di jalan, di mana warga sipil berlari keluar untuk berbaur dengan tentara meskipun terdapat perintah untuk tinggal di dalam ruangan.

Pada saat itu, bunga anyelir (carnation) terdapat melimpah di pasar bunga besar di Lisbon. Banyak warga lantas menempatkan anyelir ke dalam laras senapan tentara sehingga menginspirasi nama “Revolusi Bunga”.
 
 
Pasukan pemerintah berhasil membunuh empat orang sebelum akhirnya menyadari mereka tidak akan mampu membendung Revolusi Bunga.

Kudeta yang berlangsung relatif damai juga merupakan andil dari tekad tentara revolusioner untuk menghindari pertumpahan darah.

Masyarakat juga mendorong anggota rezim untuk menyerah, daripada melawan, sehingga membuat kudeta terbebas dari kekerasan.

Seperti yang sering terjadi pasca kudeta, Portugal mengalami periode ketidakstabilan setelah Revolusi Bunga.

Butuh beberapa tahun bagi negara ini untuk menciptakan pemerintahan demokratis yang kuat.

Selama periode tersebut, Portugal melepaskan hampir semua wilayah koloni mereka serta mengalami gejolak ekonomi yang parah.

Pemerintahan diktator sebelumnya menguasai ekonomi Portugal sedemikian rupa sehingga dibutuhkan waktu agar kondisi kembali stabil.

Untuk Portugal dan koloni mereka sebelumnya, periode tersebut menjadi masa yang sulit, meskipun mereka yakin akan efek jangka panjang yang lebih baik.

Saat ini, Portugal merayakan Hari Kebebasan pada tanggal 25 April setiap tahunnya.


Sumber : amazine.
Bagaimana Asal-Muasal Vampir?

Bagaimana Asal-Muasal Vampir?

Vampir, manusia penghisap darah merupakan legenda yang sangat populer di dunia. Apalagi kisahnya sering diangkat dalam film-film dengan berbagai versi.

Di  tatanan kehidupan masyarakat Eropa kuno, rupanya mengenal teror vampir sebagai biang dari segala kemalangan yang melanda desa setempat. Sosok vampir selalu disalahkan apabila ada wabah penyakit mematikan yang tersebar dengan cepat, ternak-ternak mati tanpa sebab dan hasil pertanian yang gagal karena kemarau panjang.
 
donlike.com
Kemudian atas dasar keyakinan religius masyarakat yang masih dangkal, kesalahan dan tuduhan sering kali ditimpakan kepada orang-orang yang telah meninggal. Orang yang dinilai meninggal secara tidak wajar dicurigai bangkit dari kubur dan menyebarkan teror.

Kecurigaan berujung pada penggalian kembali makam orang yang dicurigai. Orang awam menganggap bahwa mayat yang telah dikubur akan mengalami pembusukan dengan cepat.

Namun tidak ada yang tahu bahwa jika mayat disegel secara rapat di dalam peti dan dimakamkan pada saat musim dingin, proses pembusukan bisa tertunda selama berminggu-minggu. Selain itu, jika mayat terlambat membusuk, perut dan usus akan mengembung dan mambuat darah naik ke mulut.

Jadilah ketika makam dibongkar, orang-orang menjadi terkejut dengan mayat yang masih utuh, ditambah darah yang mengalir dari mulut. Kemudian tersebarlah gosip bahwa mayat tersebut sering keluar ke malam hari dan menghisap darah.

Mitos tersebut pada awalnya mungkin hanya dikenal beberapa wilayah di Eropa saja. Dan, kepopuleran vampir ke seluas dunia berawal di akhir abad 19.

 
elftown.com
Ini berawal dari Novel karangan Bram Stoker berjudul Dracula yang terbit pertama kali pada bulan Mei 1897. Walau kuat dugaan, tokoh Pangeran Dracula yang diangkat dalam novel kemungkinan terinspirasi oleh sepak terjang seorang pangeran Rumania (Prince of Wallachia) bernama Vlad Tepes-atau dikenal juga dengan Vlad III (1431 – 1476) yang berjuang melawan kekaisaran Ottoman.

Vlad Tepes adalah sosok yang terkenal sangat kejam terutama kepada para tawanan perangnya. Tindakan brutal dan sadisnya sering kali dilakukan atas dasar kesenangan dan hiburan, seperti menancapkan korbannya di tiang pancang dan menusuk-nusuk tubuhnya hingga tewas.

Nah dari novel Bram Stoker ini kemudian muncul penulis-penulis lain yang mencoba mengangkat sosok Dracula maupun vampir dengan sosok lain ke dalam kisah fantasi mereka masing-masing, hingga sekarang.

Sumber : sains