Tampilkan postingan dengan label Arsip Planet Mars. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsip Planet Mars. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Logam Misterius Mars: Tangan Robot Atau Pegangan Pintu Rahasia?

Logam Misterius Mars: Tangan Robot Atau Pegangan Pintu Rahasia?

 Logam Misterius Mars: Tangan Robot Atau Pegangan Pintu Rahasia?

Houston : Penjelajahan Curiosity, robot penjelajah (rover) milik Badan Antariksa di permukaan Planet Mars selalu menghasilkan cerita menarik dan mengusik rasa ingin tahu.

Baru-baru ini misalnya, Curiosity menemukan obyek diduga logam misterius yang mencuat dari bebatuan yang ada di permukaan planet merah. Temuan dihasilkan pada 30 Januari 2013 lalu.

Dari gambar yang diambil rover tersebut, dan disebarkan oleh Laboratorium Jet Propulsion NASA, logam berbentuk mirip jari nampak menonjol dari batuan sekitarnya.

Spekulasi pun beredar terkait logam misterius, ada yang menduga, itu hanya trik kamera Curiosity. Ada pula yang mengira, di lokasi logam itu ditemukan adalah kuburan robot atau pegangan pintu ke sebuah ruangan rahasia. Padahal, seperti dimuat situs sains Universe Today, ukuran logam itu hanya sekitar 0,5 centimeter atau bahkan kurang.

Penjelasan yang lebih ilmiah diutarakan sejumlah pengemar sains yang menawarkan teori, benda kecil yang nampak mengkilap itu bisa jadi adalah material yang kurang rentan terhadap erosi, tak seperti benda-benda di sekitarnya.

Mengebor Permukaan Mars

Gambar obyek misterius itu didapat setelah Curiosity mengebor lubang pertamanya di permukaan tanah, untuk menyingkap debu, sehingga rover itu bisa menganalisis atau mendeteksi jejak kehidupan, yang mungkin pernah ada di Mars.

Foto dari permukaan Mars juga menunjukkan sebuah lubang yang dikelilingi bubuk batuan, hasil kerja Curiosity, di mana NASA berharap bisa menguji sampel yang didapat.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan NASA, Curiosity menggunakan bornya untuk membuat lubang sedalam sekitar 0,8 inchi di batuan Mars, sebagai langkah uji coba, sebelum akhirnya melakukan pengeboran penuh untuk mengumpulkan sampel.

Pengeboran adalah satu dari 10 instrumen ilmiah yang melengkapi Curiosity. NASA berharap mereka bisa menganalisis permukaan Mars, lebih dekat dari apa yang pernah mereka lakukan sebelumnya.

Curiosity yang punya bobot 1 ton bertugas mengeksplorasi Kawah Gale di Mars, untuk mencari tahu apakah kawasan itu mampu menopang kehidupan, mikroba sekalipun.

Dr Joseph Michalski, penulis utama dan ahli geologi planet Natural History Museum mengatakan, Mars punya sejumlah kondisi yang memungkinkan adanya kehidupan, meski mungkin hanya organisme bersel tunggal yang mampu bertahan di sana.

"Jika pernah ada kehidupan di sana, kemungkinan ia masih eksis hingga saat ini," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Sabtu (9/2/2013).(Ein)


Sumber : news.liputan6.com

Minggu, 13 November 2011

Konspirasi dalam publikasi foto-foto Mars oleh NASA

Konspirasi dalam publikasi foto-foto Mars oleh NASA

Penyelidikan yang dilakukan para peneliti muda yang tergabung dalam Jet Propulsion Laboratory (JPL) menunjukkan beberapa indikasi bahwa NASA DENGAN SENGAJA mengubah warna citra image yang dipublikasikan. Foto yang tadinya terlihat seperti lingkungan planet Bumi (!) diubah menjadi planet merah yang ganas dan berdebu.
Seharusnya:
NASA membuatnya jadi gini?
Dari konferensi pers tersebut, para peneliti JPL memperlihatkan gambar bahwa lingkungan planet Mars adalah padang pasir berwarna salmon dengan langit biru! Untuk apa NASA mengubahnya menjadi warna merah menyala?
Kemudian menurut JPL, kenapa NASA dengan sengaja memblur(kabur)-kan foto yang tadinya tajam dan jelas demi alasan ilmiah?
Seharusnya:
Berikutnya JPL menambahkan dalam konferensi pers-nya bahwa: “di permukaan tanah, temperatur berkisar antara 5 derajat Celcius hingga -15 derajat Celcius (bisa ditinggali manusia?)”. Namun site NASA berbeda, mereka menyebutnya -70 derajat Celcius hingga -5 derajat Celcius. Siapa yang benar?
Apakah motif NASA melakukan itu ada hubungannya dengan cuplikan foto permukaan Mars yang ini (difoto dari atas)?

Foto tersebut diperoleh di Planet Mars dari ketinggian Spacecraft Altitude 408.92 km: Latitude 37.22°, Longitude 27.80°, Resolution * 4.47 meters/pixel, Phase Angle 42.97°, Incidence Angle 42.87°
Emission Angle 0.17°, North Azimuth 93.70°, Slant Range (km) 408.92.
Terlalu sempurna untuk melihatnya sebagai kebetulan alam biasa, atau bekas tabrakan meteor.
Lihat bentuk “bola”-nya, jika lubang tersebut terbentuk akibat benturan meteorit, masa bisa bulet banget dan menonjol keluar? Kelihatan seperti sebuah “bangunan” atau sengaja dibuat seperti itu oleh sebuah ‘mahluk’? Yang jelas bukan manusia yang buat itu di Mars, kan?
Apakah NASA menyembunyikan sesuatu dari kita…?

Bisa jadi penjelajahan ke Mars adalah HOAX atau bisa jadi Nasa menyembunyikan fakta bahwa Mars adalah salah satu planet yg dapat ditinggali oleh manusia di kemudian hari.
Dari foto2 yg diambil nasa sebelumnya banyak sekali bukti2 yg diungkap oleh beberapa ahli bahwa foto2 diambil dr planet Mars memiliki petunjuk kehidupan baik adanya tumbuhan (walau bentuk berbeda dg di bumi) hingga bahkan adanya peradaban di sana!


Tanaman Raksasa
Hutan dan danau

Air yg melimpah


aliran air



Bekas2 Peradaban atau peradaban yg masih hidup










benda2 aneh di langit Mars


tengkorak manusia dg gundukan disampingnya ?? (spt kuburan)



Tengkorak2 binatang??
Mungkin bangsa Maya yg menghilang tanpa jejak ribuan th yg lalu pergi ke planet ini?? Kita tahu bangsa maya dimungkinkan memiliki teknologi yg sangat tinggi ttg astronomi yg mungkin melebihi teknologi manusia saat ini.
Dengan teknologi yg dimiliki, hampir pasti mereka mengetahui adanya 1 planet yg berotasi memotong rotasi planet2 lainnya dg berbentuk elips yg kita baru planet ini di th 1980 di sebut “Planet X”.

Banyaknya bencana besar yg ditimbulkan akibat gravitasi planet X ini ketika berpapasan dg Bumi mungkin membuat mereka berfikir utk meninggalkan bumi utk mencari tempat yg aman spt ke planet lain (Mars). Ini dapat diketahui dg bagaimana cara mereka membuat sistem penanggalan yg memiliki pembagian “penanggalan jauh” yg membagi hari menjadi beberapa periode.
Dan menurut beberapa peneliti akhir periode penanggalan yg digunakan bangasa Maya bertepatan dg periode rotasi “planet X” ini, dan setiap periode planet X ini berpapasan dg Bumi tercatat bencana2 besar telah terjadi di Bumi.. hingga terjadi keruntuhan2 peradaban2 besar secara bersamaan dibarengi munculnya peradaban baru dg tiba2 pula;
Jatuhnya Kerajaan Pertengahan Mesir kuno,
terjadi zaman kegelapan Mesopotamia,
munculnya kerjaan Hittie tiba2 di Anatolia,
runtuhnya Harrapan di India,
runtuhnya peradaban Minoan,
munculnya tiba2 peradaban Olmec,
runtuhnya dinasti Xia di Cina
.. semua terjadi bersamaan pada 1650 SM.
Periode masih terus berjalan, mundur ke masa sebelumnya tercatat:
Sekitar 3150 SM – terjadinya air bah (setelah bencana ini sejarah peradaban2 kuno dimulai)
Sekitar 5310 SM – Efek pendinginan iklim tiba2 pada periode Holocene
Sekitar 8900 SM – Pemanasan global dan pencairan kutub yg cepat dan tiba2 pada masa interglacial period
Sekitar 12.600 SM – Pergeseran kutub bumi atau polar shift.. efeknya mengerkan dilihat dari fosil mamoth yg membeku tiba2 dengan makanan masih ada diperut belum terproses yg juga terawetkan
Diperkirakan masa kedatangan lagi planet ini pada tahun 2012 tepat penanggalan Tzolkin berakhir yaitu 21 desember 2012. Planet ini dapat dilihat dengan mata telanjang pada tahun 2010. Beberapa ilmuwan meyakini pemanasaan global saat ini bukan lah diakibatkan oleh pencemaran lingkungan tapi akibat mendekatnya planet ini ke Bumi saat ini.
Jika Anda tahu bahwa Amerika mengerjakan proyek “hitam” yg menghabiskan ratusan milyar untuk membangun sistem perjalanan ruang angkasa.. proyek rahasia ini berhasil diungkap ke publik oleh oleh komisi “the disclosure project (http://misteridunia.wordpress.com/2008/09/25/konspirasi-planet-mars/www.disclosureproject.org)“. Dan menutup2i bahwa Mars dapat dihuni oleh manusia saya yakin berkaitan dg kedatangan “Planet X” ini.
Sumber (http://yasirmaster.blogspot.com)
Foto-foto Permukaan Planet Mars yang Unik Foto-foto Permukaan Planet Mars yang Unik

Foto-foto Permukaan Planet Mars yang Unik Foto-foto Permukaan Planet Mars yang Unik

Mars adalah salah satu planet di tata surya kita yang hampir serupa dengan bumi.
Permukaan mars yang tediri dari bukit-bukit dan lembah-lembah yang curam sampai sekarang diindikasi pernah ada air diplanet itu.
Bahkan menurut penelitian sebuah foto terakhir di katakan bahwa di mars pernah di tumbuhi pohon!
Valley of mystery: This chasm looks as if water once flowed through it
Jagged edge: The rim of Victoria Crater, home to a field of sand dunes, was caused by erosion
In the groove: Valles Marineris, at more than 100 miles wide, dwarfs the Grand Canyon
Devil's punch bowl? The mouth of Albor Tholus, an extinct volcano, is 30km across
Red crescents: Scalloped sand cliffs ripple across the surface
Cold mountain: Patterns on this range could have been caused by glaciers
mars
MARS
mars
MARS
sumber :http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-1243364/Marvels-Mars-Stunning-postcards-Red-Planet.html

Rabu, 14 September 2011

"Merapi-Merbabu" di Mars

"Merapi-Merbabu" di Mars

KOMPAS.com — Tak cuma Bumi yang memiliki gunung bertetangga seperti Merapi dan Merbabu, Mars pun demikian. Baru-baru ini, European Space Agency (ESA) merilis citra gunung bertetangga yang terletak di belahan utara planet merah.
Dua gunung tersebut adalah Ceraunius Tholus dan Uranius Tholus. Ceraunius Tholus adalah gunung yang lebih besar dengan wilayah merentang selebar 130 km, tinggi menjulang 5,5 km, dan caldera yang berdiameter 25 km.
Pada gambar tampak puncak Ceraunius Tholus berwarna kelabu, sementara bagian lain yang berwarna violet adalah Kawah Rahe yang berukuran 35 x 18 km. Kawah tersebut diduga terbentuk akibat meteorit.
Uranius Tholus yang lebih kecil berada di 60 km sebelah utara Ceraunius Tholus. Diameter dasar Uranius Tholus mencapai 62 km dengan tinggi 4,5 km. Kawah berdiameter 13 km bisa dilihat di sebelah barat Uranius Tholus.
Bagian dasar caldera yang halus di puncak Ceraunius Tholus mengindikasikan bahwa saat atmosfer Mars berdensitas lebih tinggi, bagian itu merupakan danau. Dugaan lain, caldera bisa hasil pelelehan es yang terbentuk di bawah permukaan.
Selain kedua gunung ini, Mars juga memiliki gunung yang dikenal terbesar di tata surya, yakni Olympus. Pada tahun 2004, Mars Express memberikan gambaran detail gunung-gunung di Mars.
Bawah Tanah Mars Mungkin Kubur CO2

Bawah Tanah Mars Mungkin Kubur CO2

KOMPAS.com — Atmosfer Mars saat ini memiliki lapisan karbon dioksida yang tipis. Hal ini membuat para ilmuwan bertanya-tanya sebab mereka meyakini bahwa sebenarnya di masa lalu Mars memiliki lapisan karbon dioksida yang lebih tebal, memungkinkan air dalam wujud cair stabil di permukaan Mars.
Ke mana karbon dioksida itu pergi? Penelitian James Wray dari Cornell University di Ithaca, New York, mengungkapkan penyebabnya. Hasil penelitiannya dipresentasikan di pertemuan Lunar and Planetary Science Conference yang berlangsung minggu ini di Texas.
Menurutnya, karbon dioksida mungkin saja terkubur di bawah permukaan Mars. Karbon dioksida membentuk mineral karbonat, sebuah proses yang di bumi terjadi ketika lautan menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan mendepositkannya dalam bentuk batuan karbonat.
Proses yang sama, menurut Wray, bisa terjadi di Mars pula. Untuk diketahui, instrumen pemetaan mineral di Mars Reconnaissance Orbiter NASA berhasil menemukan mineral batuan yang kembali terangkat ke permukaan planet merah itu setelah sebelumnya sempat terkubur.
Hilangnya karbon dioksida dari atmosfer Mars menyebabkan massa jenis atmosfer planet merah itu tak serapat sebelumnya. Hilangnya karbon dioksida ini sendiri telah menjadi pertanyaan sejak lama, dikenal dengan Mars Missing Carbon.
Mars Punya Danau Berisi Air

Mars Punya Danau Berisi Air

KOMPAS.com - Satelit yang mengorbit Mars menangkap citra kawah unik di planet merah itu. Ilmuwan meyakini, kawah tersebut di masa lalu pernah berisi air dan menjadi bukti bahwa Mars punya danau berisi air. Penemuan langka itu ditandai oleh adanya citra delta di kawah tersebut, dimana air mengalir dan mengendapkan sedimen dalam bentuk kipas yang khas.
Kawah tempat delta berada dinamai kawah EbersWalde. Kawah selebar 65 km itu saat ini kering, namun ilmuwan percaya bahwa kawah itu sebelumnya basah alias berair. Penemuan ini dilakukan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) dengan Mars Express, satelit yang mengorbit Mars sejak tahun 2003. Ilmuwan mengkomunikasikan hasil penemuan ini Jumat (2/9/2011) lalu.
Dalam citra tersebut, terlihat bahwa kawah memiliki bentuk seperti lingkaran. Pada gambar di atas, tampak kawah berada di sebelah kanan gambar. Kawah tersebut terbentuk lewat proses tabrakan asteroid yang terjadi 3,7 miliar tahun yang lalu. Demikian pendapat ilmuwan seperti yang diuraikan di Space.com dalam publikasi Jumat lalu.
Pada bagian atas gambar, tampak bahwa ada lingkaran yang lebih besar di sebelah kiri. Lingkaran itu adalah citra kawah Holden yang terbentuk setelah Eberswalde, juga akibat tumbukan dengan benda angkasa. Pemebentukan kawah Holden berakibat pada "terkuburnya" struktur kawah Eberswalde. Untungnya, struktur delta yang menjadi penanda pernah adanya aliran air masih bisa dilihat.
Ilmuwan menguraikan, delta itu memiliki luas 115 km persegi. Di bagian sekitar delta, terdapat guratan-guratan yang menandakan saluran dimana air mengalir. Adanya kawah, delta dan saluran tempat air mengalir menjadi salah satu pendukung teori bahwa Mars di masa lalu pernah memiliki air dalam bentuk cair dan mengalir bak sungai di Bumi.
Penelitian lanjut kini masih dilakukan. Kawah Holden dan Eberswalde sendiri nantinya akan menjadi lokasi pendaratan wahana antariksa NASA di Mars, Curiosity, yang akan diluncurkan November 2011 nanti.
Tanda Baru bahwa Mars Bisa Dihuni

Tanda Baru bahwa Mars Bisa Dihuni

Space.com Gundukan silika di Planet Mars
KOMPAS.com — Pencarian planet-planet baru yang bisa dihuni masih belum berhenti. Misi lama, seperti mencari tanda-tanda kehidupan di Mars dan kemungkinan bahwa planet itu bisa dihuni hingga kini masih dijalankan.
Menggunakan spektrometer Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA, para peneliti dari Brown University baru-baru ini menemukan gundukan mineral silika di Planet Mars. Mereka menemukannya di daerah planet yang disebut Syrtis Major, tepatnya di wilayah gunung berapi Nili Patera yang berusia 3,7 miliar tahun.
Melihat letaknya yang ada di dekat gunung berapi, peneliti menduga bahwa gundukan silika itu berasal dari sumber air panas yang pernah ada di wilayah itu. Gundukan itu terbentuk ketika air panas keluar dan melarutkan batuan, membuatnya kaya akan mineral silika yang berasal dari batuan. Ketika air mendingin dan kontak dengan udara, material yang disebut hydrated silika terbentuk dan menyusun gundukan yang kini ditemukan.
Adanya gundukan silika yang berasal dari sumber air panas ini, menurut peneliti, merupakan salah satu tanda bahwa ada lingkungan kecil di Planet Merah yang bisa dihuni. "Ketika Anda punya air dan panas, seperti yang terdapat di tempat ini, Anda punya kesempatan untuk tinggal dan hidup," kata John Mustard, profesor geologi yang terlibat dalam penelitian ini.
Peneliti lain, JR Skok, yang juga berasal dari universitas yang sama, menduga bahwa adanya sumber air panas itu paling tidak menandakan, pernah ada kehidupan primitif, seperti mikroorganisme. Jika hipotesis tersebut benar, maka ia mengungkapkan, "Akan sangat mungkin untuk menemukan kumpulan fosil mikroorganisme di wilayah itu."
Sejauh ini, belum ada bukti nyata tentang adanya kehidupan di Mars. Namun, temuan adanya silika di Mars ini bukanlah yang pertama. Penemuan sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2007 oleh misi Mars Spirit milik NASA. Keunikan temuan ini adalah adanya gundukan silika yang utuh.
Hasil penelitian ini dipublikasikan oleh John Mustard dan JR Skok di jurnal Nature Geoscience tanggal 31 Oktober 2010. Ke depan, para peneliti berharap bisa mendeteksi seberapa mungkinkah lingkungan ini untuk dihuni, misalnya dengan melihat temperatur dan keasamannya.
Merah Mars, Biru Regulus di Langit Hitam

Merah Mars, Biru Regulus di Langit Hitam

KOMPAS.com — Langit malam di bulan Juni akan menjadi pemandangan elok bagi astronom maupun warga biasa. Pasalnya, planet merah Mars dan bintang biru Regulus yang berada pada posisi terdekatnya bulan ini akan tampak sebagai bintang ganda yang bersinar terang di arah barat langit.

Antara tanggal 2-10 Juni, Mars dan Regulus berjarak 2,5 derajat satu sama lain. Konjungsi (jarak terdekat antara dua benda angkasa) akan terjadi pada 6 Juni, pada saat Mars hanya berjarak 0,8 derajat dari Regulus. Pada malam sesudahnya, jaraknya akan menjadi 0,9 derajat.

Mars akan bersinar pada magnitudo 1,2, yang berarti sedikit lebih terang daripada Regulus pada magnitudo 1,34 (semakin besar angkanya semakin kurang terang).

Pada awal bulan ini, Mars bergerak ke arah gugusan bintang Leo, di mana Regulus—bintang berusia 250 juta tahun dan berjarak 79 tahun cahaya dari Bumi—berada. Pada akhir Juli, Mars akan berada di selatan ekor sang Singa (Leo), mendekati lokasi bintang Denebola. Lalu pada bulan September, Mars akan kehilangan kecemerlangannya hingga magnitude 1,5 ketika jaraknya menjauh 322 juta kilometer dari Bumi.

Dengan mata telanjang dan dengan teropong, Anda bisa dengan mudah membedakan Planet Mars dan bintang Regulus. Mars, meski disebut planet merah, akan tampak oranye keemasan, sedangkan bintang Regulus bersinar putih kebiruan akibat fusi hidrogen menjadi helium di intinya.

Cara mengukur jarak keduanya di angkasa bisa menggunakan kepalan tangan kita sebagai sekstan. Kepalan tangan kita yang dihadapkan ke angkasa menunjukkan jarak sekitar 10 derajat busur di angkasa. (SPACE.com/ISW)
Pengalaman Enam Tahun Jelajahi Mars

Pengalaman Enam Tahun Jelajahi Mars

KOMPAS.com — Enam tahun yang lalu, robot penjelajah kembar bernama Spirit dan Opportunity milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS atau NASA mendarat di Planet Merah alias Mars. Spirit memulai petualangannya di Kawah Gusev pada 3 Januari 2004, sementara saudaranya Opportunity di sisi lain Mars, di dataran Meridiani Planum, 25 Januari 2004, selang dua minggu dari Spirit.

Minggu (3/1/2010) adalah peringatan 6 tahun misi kedua robot itu. Menarik untuk diingat, 1 tahun di Mars sama dengan 687 hari di bumi, jadi umur misi itu bisa dibilang baru 3,2 tahun Mars.

Kini kedua robot itu telah memasuki tahun ketujuhnya di Mars, dan daya tahan kedua robot "bandel" ini membuat kagum para pengawasnya dari Bumi walaupun roda Spirit kini terjebak di pasir Mars dan mungkin tak bisa lagi digerakkan.

Awalnya kedua robot itu diperkirakan hanya bertahan di permukaan Mars selama 90 hari sesuai misi awalnya. Namun keduanya beroperasi jauh melebihi harapan para pembuat mereka. Opportunity bahkan kini sudah melebihi batas odometernya, yaitu 17,7 km, dan sudah mengirimkan lebih dari 132.000 citra Planet Mars.

"Mereka benar-benar sudah melewati batas 'garansinya'," kata Ray Arvidson dari Universitas Washington, St Louis. Arvidson adalah wakil ketua pengawas pendanaan untuk Spirit dan Opportunity.

Pengamatan dari dua robot itu selama enam tahun telah banyak berkontribusi bagi pemahaman kita terhadap sifat dan evolusi permukaan Mars, terutama dalam pembuktian bahwa beberapa bagian Mars dahulunya basah.

Namun, kemajuan eksperimen ini tak selamanya mulus, terutama untuk Spirit, yang sempat mengalami gangguan komputer setelah mendarat, dan tahun lalu hampir kehabisan tenaga akibat musim dingin di Mars yang gelap (robot itu bertenaga surya).

Tantangan terakhir adalah ketika Spirit terjebak di pasir, 6 Mei 2009, ketika bergerak dari dataran tinggi Home Plate ke tujuan yang berjarak 180 meter. Roda robot itu terperosok menembus kerak tipis dan terjebak pada pasir di bawah kerak itu.

Para teknisi sejak saat itu tengah berusaha mengakali roda Spirit agar terbebas. Namun, keadaan Spirit dan seluruhnya negatif karena roda yang terperosok bisa mengepulkan tanah, menandakan bahwa tempat itu dahulu mungkin memiliki lubang-lubang hidrotermal.

Sementara itu, Opportunity telah menemukan meteorit ketiga di permukaan Mars selama perjalanan 12 km ke kawah besar Endeavor, yang lebarnya 22 km.

Tak ada yang tahu, apa lagi yang akan ditemukan kedua robot ini pada tahun 2010. Namun, para ilmuwan sedang berkonsentrasi untuk membebaskan Spirit sebelum musim dingin di Mars datang.
Pengorbit Mars Membuat Para Ilmuwan Kagum

Pengorbit Mars Membuat Para Ilmuwan Kagum

PASADENA, KOMPAS.com — Para ilmuwan dan pengamat antariksa terpukau oleh melimpahnya data yang dikirimkan wahana pengorbit NASA yang dikirim ke Mars.

Badan antariksa tersebut menyatakan, Rabu (3/3/2010), bahwa pengorbit bernama Mars Reconnaissance Orbiter telah mengirimkan data sebesar 100 terabit yang telah terkumpul sejak tahun 2006. Data sebanyak itu kira-kira sebanding dengan 3 juta lagu MP3.

Wahana pengorbit itu diluncurkan dari Florida tahun 2005 lalu tiba di Mars pada tahun 2006. Wahana ini merupakan pengintai tercanggih yang pernah dikirim ke planet merah itu.

Rich Zurek, ilmuwan proyek NASA dari bagian Laboratorium Daya Dorong Jet, mengaku kagum dengan kualitas gambar dan data lainnya yang dia terima. Data tersebut bisa membantu para ilmuwan lebih memahami planet itu.

Sekadar catatan, pengorbit itu tahun lalu sempat mengalami masalah komputer sehingga operasi ilmiahnya sempat terhenti. Namun, wahana tersebut kini sudah bekerja normal.