Tampilkan postingan dengan label arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arkeologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2013

Ini Dia! Mahluk dengan Gigitan Terkuat Sepanjang Sejarah

Ini Dia! Mahluk dengan Gigitan Terkuat Sepanjang Sejarah

Mahluk apa paling berbahaya saat menggigigit? Buaya? Anjing Pitbull? Atau Hiu? Semua itu ternyata belum sebanding dengan gigitan seekor: T.Rex!

foto: chinashopmag
Penelitian para ilmuwan baru-baru ini menemukan dahsyatnya gigitan Tyrannosaurus rex, dan telah dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters.

Dr. Karl Bates dari laboratorium biomekanik, University of Liverpool yang memimpin penelitian bersama koleganya, Peter Falkingham dari University of Manchester. Mereka menggunakan metode penelitian dengan cara simulasi digital.

foto: bbc.co.uk


"Kami men-digitalkan tengkorak dengan scanner laser, sehingga kami memiliki model 3-D susnan tengkorak ke dalam komputer," jelas Dr. Bates seraya menambahkan, "dengan cara itu, kami bisa memetakan pergerakan otot tengkorak T.Rex."
Foto: badassoftheweek.com (atas) - dsc.discovery.com (bawah)


Hasilnya?


"Kami menemukan tekanan maksimum gigitan seekor T.Rex adalah antara 30.000 dan 60.000 Newton," urainya lebih lanjut.

[Catatan: Sebelumnya, para peneliti memperkirakan kekuatan gigitan T.Rex hanya 8.000 - 13.000 Newton. Berarti terdapat perkembangan yang signifikan dengan temuan baru ini].

Gajah di Pangkuan


"Itu setara dengan seekor gajah berukuran sedang duduk pada Anda," ucap Dr. Bates lagi. Ya, coba bayangkan cengkeraman gigi T.Rex saat menggigit sama halnya dengan kita tiba-tiba diduduki seekor gajah.
 foto: farm6-static-flickr.com

Hebatnya lagi, menurut Dr. Bates, kekuatan gigitan tersebut berubah seraya hewan ini bertumbuh (bertambah usia).

Maka, kesimpulan para peneliti tersebut adalah, "Hewan ini sangat ekstrem - salah satu karnivora terbesar yang pernah hidup."


Sumber: bbc.co.uk

Selasa, 07 Mei 2013

Nenek Moyang Buaya

Nenek Moyang Buaya

Para peneliti dari University of Missouri, Amerika Serikat, menemukan buaya prasejarah yang pernah hidup sekitar 90 juta tahun yang lalu.

Buaya yang dikenal dengan nama Shieldcroc adalah nenek moyang buaya modern.

 
"Aegisuchus witmeri atau Shieldcroc yang ditemukan di Afrika adalah nenek moyang paling awal dari buaya," kata Casey Holliday, Asisten Profesor Anatomi di University of Missouri School of Medicine, seperti dikutip dari Science Daily.

Ia mengatakan Shieldcroc adalah penemuan terbaru dari spesies buaya yang hidup di Cretaceous akhir.

Menurut Holliday, periode ini merupakan bagian dari era Mesozoic, yang  disebut sebagai zaman dinosaurus. Namun, banyak penemuan-penemuan terbaru yang  menyebut era tersebut sebagai zaman buaya.

Berdasarkan  analisis terhadap pembuluh darah jaringan parut pada tulang, buaya tersebut memiliki struktur menyerupai perisai di atas kepalanya. Bagian penyok dan benjolan pada tulang menunjukkan pembuluh darah mengirimkan darah pada gundukan kulit yang melingkar, sesuatu yang belum pernah ditemukan pada buaya.

 
Shieldcroc memiliki tengkorak lebih datar dibandingkan spesies buaya lainnya. Tengkorak datar ini membuat kepala Shieldcroc menjadi terlalu tipis untuk memudahkannya bergulat dengan dinosaurus.

Para peneliti menyatakan reptil kuno ini kemungkinan ahli menangkap ikan karena memiliki rahang tipis.

"Kami percaya Shieldcroc menggunakan wajah panjangnya sebagai alat perangkap ikan," kata peneliti Nick Gardner dari Marshall University.
 
"Buaya itu menunggu sampai ikan berenang di depannya tanpa curiga. Kemudian saat berada cukup dekat, Shieldcroc hanya membuka mulut dan langsung melahap ikan itu."

Holliday bersama Nick Gardner, rekan penelitiannya, mengatakan spesimen tersebut memiliki kepala sepanjang 1,5 meter dan panjang totalnya 9,1 meter.
 
[Apa Kabar Dunia pernah menulis tentang Sarcoshucus: Predator Amphibi Terbesar]




Sumber: nationalgeographic.co.id

Jumat, 03 Mei 2013

Kanibalisme India, Kekejaman Di balik Kemajuan Peradaban Kuno

Kanibalisme India, Kekejaman Di balik Kemajuan Peradaban Kuno

Berbagai penemuan peradaban kuno di India masih diselimuti misteri. Berbagai teori mengemuka, masyarakat Indus sebenarnya sudah sangat maju dibanding kondisi kita saat ini. Masih ingat artikel misteri teknologi india kuno tentang kemungkinan interaksi dengan mahluk planet lain? 

Namun, peradaban kuno bisa jadi tidak selamanya menempatkan hak individu setara antarmanusia. Perbudakan, bahkan kanibalisme merupakan sisi kelam warisan masa lalu.
 

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Paleopathology menunjukkan sisi kelam dari peradaban Indus. Masyarakat setempat diperkirakan sudah terbiasa dengan budaya kekerasan.

Hal ini berdasarkan pemeriksaan terhadap 18 tengkorak manusia Indus yang tinggal di Harappa --salah satu pusat kota paling berpengaruh di Indus. Kerangka yang diteliti berasal dari tahun 1900 hingga 1700 Sebelum Masehi.

Salah satu tengkorak ini adalah anak-anak berusia antara empat hingga enam tahun, yang pecah dan hancur akibat benda seperti senjata. Satu tengkorak wanita dewasa juga memperlihatkan bekas pukulan hebat dengan kekuatan besar. Sedangkan satu tengkorak laki-laki paruh baya memiliki hidung patah dan rusak di bagian dahi yang disebabkan benda berujung tajam.

Dikatakan Gwen Robbins Schug sebagai pelaku penelitian dari Appalachian State University, AS, penemuan ini menumbangkan mitos kehidupan penuh damai di Indus.

"Kekerasan merupakan bagian dari kehidupan di Harappa," kata Schug yang melakukan penelitian bersama mahasiswa pascasarjana, Kelsey Gray, dan Veena Mushrif-Tripathy dari Deccan College, India.

Studi yang menyimpulkan kedamaian di Indus akan terbit pada Mei 2013 mendatang dalam Journal of Archaeological Science. Dikatakan pemimpin penelitian jurnal ini, Mark Kenoyer, dari University of Wisconsin–Madison, AS, Harappa merupakan lokasi titik temu.

Banyak warga desa yang pindah menuju Harappa dan menjadi bukti pertama perpindahan manusia dari desa ke kota. Kenoyer dan koleganya berkesimpulan bahwa Harappa memiliki sistem di mana perempuan memiliki peran lebih kuat dari kaum lelakinya.


Sumber:
kompas

Minggu, 07 April 2013

Arkeolog Inggris Temukan Situs Nabi Ibrahim di Irak

Arkeolog Inggris Temukan Situs Nabi Ibrahim di Irak


BAGHDAD—Arkeolog Inggris melakukan penggalian sebuah komplek luas kota kuno di Irak Selatan, yang diyakini tempat tinggal Nabi Ibrahim. Struktur itu diperkirakan berusia sekitar 4.000 tahun,  sebagai pusat administratif untuk masyarakat sewaktu Nabi Ibrahim tinggal di sana sebelum akhirnya meninggalkan Kan"an.

"Senyawa ini ditemukan di dekat tempat rekonstruksi Ziggurat, atau candi Sumeria," kata Stuart Campbell Jurusan Arkeologi Universitas Manchester, yang memimpin penggalian kepada nationalpost.

Menurutnya, penemuan ini penting, karena ukurannya yang luar biasa besar, kira-kira seukuran lapangan sepakbola atau sekitar 80 meter di setiap sisi. Arkeolog itu mengatakan temuan kompleks seperti ini berdasarkan ukuran dan umur situsnya jarang terjadi.

"Tampaknya itu bangunan publik dan memiliki koneksi agama," lanjutnya.

Kompleks kamar di sekitar halaman besar ditemukan 20 kilometer dari ibukota terakhir Dinasti Kerajaan Sumeria peradaban yang berkembang 5.000 tahun lalu. Campbell mengatakan salah satu artefak mereka digali adalah sebuah plakat 9-sentimeter yang menampilkan seorang penyembah yang mengenakan jubah panjang, mendekati tempat suci.

Dari artefak yang ada, situs dapat mengungkapkan kondisi lingkungan dan ekonomi wilayah tersebut melalui analisis tanaman serta hewan yang pernah hidup pada masa itu.

Tim Campbell adalah arkeolog pertama yang memimpin British Archeologist melakukan penggalian arkeologi di Irak Selatan sejak tahun 80-an.  "Ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan kembali daerah yang sangat dekat dengan hati kita untuk waktu lama karena adanya konflik dan peperangan," kata Campbell.

Irak menghadapi masalah serius untuk melindungi warisan arkeologinya. Dari 12 ribu situs arkeologi yang terdaftar banyak diantaranya tidak dilindungi.(esy/jpnn)
Sumber : jpnn.com

Kamis, 14 Maret 2013

Ternyata Kelinci Pembunuh Nenek Moyang Kita

Ternyata Kelinci Pembunuh Nenek Moyang Kita

John Fa, peneliti dari Durrell Wildlife Conservation Trust di Jersey, berdasarkan hasil penelitiannya mengklaim bahwa Neanderthals, moyang manusia, punah gara-gara kelinci. Bagaimana bisa?

Fa meneliti tulang belulang hewan yang ditemukan di tiga lokasi penggalian di Spanyol dan Perancis. Dia menemukan bahwa sekitar 30.000 tahun lalu, mamalia besar seperti rusa melimpah di gua. Namun, pada masa berikutnya, mamalia besar mulai jarang ditemui.

 
 Ilustrasi / petsugar.com

Fa berpendapat, kemampuan beradaptasi untuk berburu mamalia berukuran kecil memegang peranan penting dalam kesintasan spesies. Sementara manusia modern pintar beradaptasi, tak demikian halnya dengan Neanderthals.

"Ketergantungan yang tinggi pada perburuan dan konsumsi mamalia besar oleh kelompok kerabat manusia tertentu membatasi kesintasannya ketika mangsa pilihannya menjadi terbatas," papar Fa seperti dikutip Daily Mail.

Fa mengungkapkan, pada masa Neanderthals, jumlah kelinci melimpah. Namun, moyang manusia tersebut tidak mampu atau tidak mau memanfaatkannya. Hal tersebut berkontribusi pada punahnya Neanderthals.

"Analisis tulang yang ditemukan selama ekskavasi di Iberia menunjukkan bahwa kelompok kelinci adalah bagian diet penting dari spesies dengan anatomi manusia modern. Namun, hewan itu relatif tak digunakan selama masa Mousterian, ketika Neanderthals eksis," papar Fa.

Fa tak mengetahui dengan jelas mengapa Neanderthals tak bisa memanfaatkan kelinci. Menurut Fa, Neanderthals kurang memiliki taktik untuk menangkap hewan itu. Adapun manusia modern diduga tak memanfaatkan panah untuk berburu kelinci, tetapi menggunakan api, asap, dan anjing. 


Jumat, 01 Maret 2013

Penemuan Sepatu Zaman Mesir Kuno

Penemuan Sepatu Zaman Mesir Kuno

Penemuan sepatu zaman mesir kuno ditemukan di sebuah kuil Mesir di Luxor. Sepatu yang ditemukan itu dalam kondisi tersimpan di dalam botol. Para arkeolog yang menemukan sepatu itu menduga jika sepatu itu dipakai oleh anak-anak. Lantaran hanya berukuran 18 cm.

Penemuan Sepatu Zaman Mesir Kuno

Para arkeolog mengatakan sepatu ini merupakan peninggalan zaman mesir kuno pada dinasti raja keturunan Yunani. Analisis Veldmeijer menunjukkan bahwa sepatu ini kemungkinan buatan luar negeri (non-Mesir) dan harga relative mahal. Lantaran pada zaman itu, orang mesir lebih memilih sandal karena sepatu masih dianggap barang mewah.

Benda peninggalan bersejarah ini juga ada yang berukuran panjang 24 cm, yang dipakai oleh orang dewasa. Botol berisi sepatu ini ditemukan dengan dua botol lainnya, yang tampaknya sengaja ditempatkan di ruang kecil antara dua dinding bata. 

Sumber : nutrisijiwa.com

Kamis, 28 Februari 2013

Ternyata Indonesia Punya Candi Lebih Besar dari Borobudur?

Ternyata Indonesia Punya Candi Lebih Besar dari Borobudur?

Beberapa prasasti, makara, dan arca dari Kompleks Candi Prambanan dan Candi Sewu dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (14/1). Pameran yang akan berlangsung hingga 24 Januari itu juga menampilkan rekaman sejarah pemugaran kedua candi tersebut. kompas.com
YOGYAKARTA, Penduduk banyak menemukan prasasti dan batu-batuan candi dengan persebaran yang sangat luas di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Meski demikian, masih butuh pendalaman lebih jauh untuk memunculkan dugaan ada candi sebesar Borobudur di Wonosobo.

Sebelumnya, penduduk sering memanfaatkan batu-batu besar untuk fondasi rumah ataupun keperluan lain. Namun, setelah mengetahui batu besar tersebut merupakan batuan candi, masyarakat tidak lagi memanfaatkan batuan itu untuk fondasi rumah.

Kepala Kelompok Kerja Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Sugeng Widodo, Selasa (26/2/2013), menyatakan, BPCB telah menginventarisasi benda-benda temuan lepas di wilayah perbatasan Kecamatan Mojotengah dan Kecamatan Wonosobo. Didampingi Winda Artista Harimurti, anggota staf Kelompok Kerja Pemanfaatan BPCB Jawa Tengah yang melakukan pengamatan arkeologis ke Wonosobo, Sugeng menunjukkan foto-foto komponen candi yang didokumentasikan BPCB.

Menceritakan masa silam Wonosobo, Winda menyatakan, banyak nama kuno yang disebut dalam prasasti yang sampai kini masih dijadikan nama kecamatan. Misalnya, dalam sebuah prasasti disebutkan ada nama Rakai Garung dan di Wonosobo ada Kecamatan Garung. Juga ada nama Rakai Watu Bumalang dan di Wonosobo ada Kecamatan Bumalang.

Ungkapan Winda itu dipertegas oleh peneliti arkeologi dari Universitas Gadjah Mada, Daud Aris Tanudirdja, yang menyatakan Wonosobo dan sekitarnya, termasuk Temanggung, merupakan kota kuno yang banyak menyimpan potensi besar dalam dunia arkeologi. (TOP)

Sumber : sains.kompas.com

Senin, 25 Februari 2013

Sejarah Peradaban Kuno Kuhikugu di Amazon

Sejarah Peradaban Kuno Kuhikugu di Amazon

Pada tanggal 29 April 1925 Fawcett masih melakukan kontak dengan isterinya melalui telegrap, ia mengatakan akan memasuki sebuah kawasan peradaban tertutup di hutan Amazon, ia akan menyeberangi hulu sungai Xingu di tenggara anak sungai Amazon.

Dan sejak itu tidak ada kabar terdengar lagi dari mereka. Matto Grosso adalah nama region di sekitar sungai Xingu tempat dimana mereka menghilang. Dilansir forum.viva
Banyak yang mengira mereka tewas dibunuh oleh suku Indian setempat, Suku Kalapalos satu dari tiga suku indian terakhir yang bertemu dengan mereka mengatakan bahwa mereka tampak seperti sedang sakit.
Tidak ada bukti yang menguatkan adanya pembunuhan oleh suku suku Indian yang mereka masuki wilayahnya. Sebab suku suku Indian di wilayah Matto Grosso cukup ramah, kecuali Suku Indian disebelah Timur.

Pada tahun 1927 sebuah plat nama milik Fawcett ditemukan pada salah satu suku Indian lainnya, tapi plat ini ternyata diberikan langsung oleh Fawcett kepada kepala suku pada ekspedisi 5 tahun sebelumnya.

Dan pada tahun 1933 bulan Juni, Kolonel Aniceto Botelho menemukan sebuah Kompas milik Fawcett di region Mato Grosso disekitar pemu****n Indian Suku Bacairy.

Dan hasil penyelidikan mengatakan bahwa perjalanan memasuki belantara Amazon dimulai setelah kompas itu tertinggal di pemu****n Bacairy. Bisa jadi ia mampir dipemu****n, mengutarakan maksudnya memasuki hutan dan dijamu oleh suku Bacairy dan kompas itu terlupa dibawanya.

Pertemuan dengan Penjelajah Lain

Dalam sebuah buku yang saya baca (The Fate of Colonel Fawcett), ada dua penjelajah lain yang pernah bertemu Fawcett di pedalaman Amazon, Fawcett dikatakan hidup selama lima tahun bersama suku Indian.
Ia mengumpulkan bermacam macam batu bersama seorang yang lebih muda dan seorang lagi sedikit lebih tua. Tom Roch petualang pertama yang menemukan mereka pada tahun 1931 di region Matto Grosso.

Dan seorang lagi adalah Miguel Trucchi. Kepada Miguel, Fawcett mengatakan ia memiliki alasan khusus untuk tetap tinggal dan menetap bersama suku Indian pedalaman, namun lokasi mereka bertemu bukan di Matto Grosso tapi di Rio das Mortes.

Dan pada bulan Juli 1933, Seorang Administrator Apostolik di wilayah Matto Grosso yang bernama Monseigneur Couturon mengirimkan catatan perjalanannya ketika melalui Sungai Kuluene yang isinya menyebutkan bahwa mereka bertemu tiga orang yang sesuai ciri cirinya dengan tim Fawcett pada tahun 1932, dilaporan itu tertulis Fawcett tinggal dan menetap bersama Suku Indian Aruvudu . Jack Fawcett junior telah menikah dengan wanita Indian dan memiliki seorang anak laki laki.

Namun pada tahun 2005 kisah lain muncul, seorang penulis dari The New Yorker, David Grann mengunjungi suku indian Kalapalos dan mendapatkan cerita dari mulut ke mulut bahwa, Fawcett dan timnya menetap bersama mereka untuk sementara dan melanjutkan perjalanan ke arah timur.

Suku Kalapalos juga mengingatkan mereka agar tidak memasuki peradaban yang mereka cari diarah timur itu, sebab wilayah itu dijaga oleh suku indian yang suka menyerang.

Lima hari sepeninggalan Fawcett ke arah timur, terlihat bumbungan asap meninggi dari perkemahan mereka. Semua itu disaksikan oleh suku Kalapalos. Kisah lengkap pencarian jejak Fawcett di tulis pada buku The Lost City of Z.

Peradaban Kuhikugu dan The Lost City of Z
Baiklah, pencarian kita mulai. Kuhiguku adalah sebuah situs peninggalan masa lalu dari sebuah peradaban Indian di hutan hujan Amazon, berlokasi di tenggara hulu sungai Xingu, Brazil. Apa yang unik dengan situs ini adalah, hampir semua yang di tuliskan oleh penjelajah Portugis pada Manuskrip 512 mirip dengan situs ini.

Manuskrip 512 menceritakan adanya gerbang besar menuju kota yang dikelilingi rumah-rumah besar dan ada kuil di dalamnya, kota misterius tanpa penghuni yang memiliki plasa megah, kolam-kolam air mancur dan jalan-jalan yang luas.

Siapa pun pasti akan terkagum kagum jika melihat bentuk suatu kota megah yang belum pernah dilihat sama sekali.

Nah bagaimana dengan situs Kuhiguku? Situs ditemukan pertama kali oleh Michael Heckenberger bersama suku lokal Kuikuro yang merupakan keturunan dari suku Kuhikugu.

Situs ini berlokasi di hulu sungai Xingu, memiliki dua puluh delapan kota dan desa-desa di area seluas 7.700 km persegi yang mampu menampung 50.000 orang penduduk. Peradaban yang diperkirakan ada sejak 1.500 tahun lalu dihuni kembali sekitar 400 tahun lalu.

Banyak parit-parit pagar pertahanan yang besar dibangun disekitar pemu****n, memiliki beberapa plasa melingkar seluas 150 m di beberapa kota. Kota-kota dan pemu****n Kuhikugu ini dihubungkan oleh jalan-jalan yang lebar, sungai-sungai yang diatur disisi jalan raya dengan jembatan-jembatan penyeberangan yang bisa dilintasi oleh sampan-sampan kano di bawahnya.

Masyarakatnya hidup dengan bercocok tanam, mereka juga membangun bendungan dan kolam-kolam ikan. Dan tradisi berternak ikan ini masih diteruskan oleh Suku Kuikuro yang mewarisi tradisi suku pendahulu mereka, peradaban Kuhikugu.

Peradaban ini mulai ditinggalkan penduduknya pada awal abad ke 16, ketika itu penjelajah Eropa datang dan menetap di pemu****n mereka dengan membawa wabah.

Hampir dua pertiga penduduknya mati akibat wabah ini, dan kota pun ditelan oleh rimbunnya hutan belantara Amazon, hingga ditemukan kembali oleh penjelajah Portugis pada tahun 1743 dan diberi nama City of Z oleh Percy Harrison Fawcett.

Nah apakah kalian bisa membandingkan gambaran tentang kota misterius dari Manuskrip 512 dengan Peradaban Kuhikugu dilokasi yang sama? Hulu sungai Xingu adalah region Matto Grosso, memiliki banyak kesamaan dengan kota yang ditemui penjelajah Portugis pada 1743.

Situs Kuhikugu saat ini menjadi bagian dari Taman Nasional Xingu (Xingu Indigenous Park) seluas 26,420 Kilometer persegi di Hutan hujan Amazon, Brazil. Presiden Brazil saat itu, Janio Quadros menandatangani peresmian Taman Nasional Xingu pada 14 April 1961.

Sumber : unic29.com

Sabtu, 23 Februari 2013

Tak Punya Odol, Gigi Manusia Purba Ternyata Lebih Sehat

Tak Punya Odol, Gigi Manusia Purba Ternyata Lebih Sehat

Manusia modern memiliki gigi yang lebih buruk dibanding manusia purba. 

ADELAIDE, - Walau belum mengenal odol alias pasta gigi, manusia purba ternyata punya gigi yang lebih sehat. Gigi manusia purba hampir tak memiliki gusi bengkak atau lubang gigi yang terkait serangan bakteri mulut.

Fakta tersebut muncul dari hasil penelitian Dr. Christina Adler, peneliti Australian Center for Ancient DNA, University of Adelaide. Riset dipublikasikan di jurnal Nature Genetics baru-baru ini.

Adler dan timnya mengekstrak DNA dari plak gigi 34 manusia purba di Eropa bagian utara. Mereka kemudian meneliti keragaman bakteri yang terdapat, membandingkan antara manusia yang hidup di era berburu meramu, Neolitik, pertanian dan akhirnya di era industri.

Peneliti menemukan, komposisi bakteri mulut berubah seiring waktu. Perubahan terjadi saat memasuki era pertanian serta permulaan era industri 150 tahun lalu. Berbeda dengan pada era berburu dan meramu, bakteri pada manusia modern cenderung lebih homogen.

"Yang kami temukan, manusia masa berburu dan meramu memiliki lebih sedikit frekuensi penyakit terkait bakteri daripada hari ini. Dan, jumlah spesies per mulut, atau keragamannya, lebih banyak pada manusia masa lalu," kata Adler.

Adler seperti dikutip Discovery, Selasa (19/2/2013), menambahkan, "Jika mereka memiliki keragaman bakteri lebih banyak, itu artinya mulut orang-orang itu lebih tahan terhadap tekanan, dan kemungkinan perkembangan penyakit lebih kecil."

Menurut Adler, bakteri yang berasosiasi dengan lubang gigi, S. mutans, mulai dominan di era industri. Sementara, bakteri lain yang memicu pembengkakan gusi (gingivitis) tak banyak berubah sejak masa pertanian.

Sebelumnya dinyatakan bahwa spesies P. gingivitis menyebabkan pembengkakan gigi terakit dengan kejadian penyakit kardiovaskuler saaat ini. Tapi, riset ini menunjukkan bahwa spesies tersebut relatif stabil sejak zaman pertanian.


Sumber : sains.kompas.com

Jumat, 15 Februari 2013

Logam Misterius Mars: Tangan Robot Atau Pegangan Pintu Rahasia?

Logam Misterius Mars: Tangan Robot Atau Pegangan Pintu Rahasia?

 Logam Misterius Mars: Tangan Robot Atau Pegangan Pintu Rahasia?

Houston : Penjelajahan Curiosity, robot penjelajah (rover) milik Badan Antariksa di permukaan Planet Mars selalu menghasilkan cerita menarik dan mengusik rasa ingin tahu.

Baru-baru ini misalnya, Curiosity menemukan obyek diduga logam misterius yang mencuat dari bebatuan yang ada di permukaan planet merah. Temuan dihasilkan pada 30 Januari 2013 lalu.

Dari gambar yang diambil rover tersebut, dan disebarkan oleh Laboratorium Jet Propulsion NASA, logam berbentuk mirip jari nampak menonjol dari batuan sekitarnya.

Spekulasi pun beredar terkait logam misterius, ada yang menduga, itu hanya trik kamera Curiosity. Ada pula yang mengira, di lokasi logam itu ditemukan adalah kuburan robot atau pegangan pintu ke sebuah ruangan rahasia. Padahal, seperti dimuat situs sains Universe Today, ukuran logam itu hanya sekitar 0,5 centimeter atau bahkan kurang.

Penjelasan yang lebih ilmiah diutarakan sejumlah pengemar sains yang menawarkan teori, benda kecil yang nampak mengkilap itu bisa jadi adalah material yang kurang rentan terhadap erosi, tak seperti benda-benda di sekitarnya.

Mengebor Permukaan Mars

Gambar obyek misterius itu didapat setelah Curiosity mengebor lubang pertamanya di permukaan tanah, untuk menyingkap debu, sehingga rover itu bisa menganalisis atau mendeteksi jejak kehidupan, yang mungkin pernah ada di Mars.

Foto dari permukaan Mars juga menunjukkan sebuah lubang yang dikelilingi bubuk batuan, hasil kerja Curiosity, di mana NASA berharap bisa menguji sampel yang didapat.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan NASA, Curiosity menggunakan bornya untuk membuat lubang sedalam sekitar 0,8 inchi di batuan Mars, sebagai langkah uji coba, sebelum akhirnya melakukan pengeboran penuh untuk mengumpulkan sampel.

Pengeboran adalah satu dari 10 instrumen ilmiah yang melengkapi Curiosity. NASA berharap mereka bisa menganalisis permukaan Mars, lebih dekat dari apa yang pernah mereka lakukan sebelumnya.

Curiosity yang punya bobot 1 ton bertugas mengeksplorasi Kawah Gale di Mars, untuk mencari tahu apakah kawasan itu mampu menopang kehidupan, mikroba sekalipun.

Dr Joseph Michalski, penulis utama dan ahli geologi planet Natural History Museum mengatakan, Mars punya sejumlah kondisi yang memungkinkan adanya kehidupan, meski mungkin hanya organisme bersel tunggal yang mampu bertahan di sana.

"Jika pernah ada kehidupan di sana, kemungkinan ia masih eksis hingga saat ini," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Sabtu (9/2/2013).(Ein)


Sumber : news.liputan6.com

Rabu, 13 Februari 2013

10 Kuil Yunani yang Paling Terkenal

10 Kuil Yunani yang Paling Terkenal

10. Temple of Olympian Zeus
blog-apa-aja.blogspot.com
Meskipun hanya beberapa kolom tetap di Kuil Olympia Zeus di Athena tidak butuh banyak imajinasi untuk menyadari bahwa ini adalah salah satu kuil raksasa. Konstruksinya dimulai pada abad ke-6 SM pada masa pemerintahan tiran Athena, yang tergambar bangunan kuil terbesar di dunia kuno, tetapi tidak selesai sampai masa pemerintahan Kaisar Romawi Hadrian pada abad ke-2 sekitar tahun 638 setelah proyek telah dimulai.

9. Temple of Poseidon, Sounion
blog-apa-aja.blogspot.com
Terletak di ujung selatan semenanjung Attica di Yunani, Kuil Poseidon di Sounion, 3 sisinya dikelilingi oleh laut. Kuil ini dibangun di approx. 440 SM, di atas reruntuhan kuil yang berasal dari Periode Archaic. Hanya beberapa kolom Kuil Poseidon berdiri, tetapi jika utuh, kuil ini akan mirip Kuil Hephaestus di Acropolis, hal ini mungkin karena dirancang oleh arsitek yang sama.

8. Temple of Zeus, Cyrene
blog-apa-aja.blogspot.com
Kirene adalah yang paling penting dari 5 koloni Yunani di Libya sampai saat ini. Kuil ini hancur saat pemberontakan Yahudi pada tahun 115, dan kembali baik 5 tahun kemudian karena dibangun lagi oleh bangsa Romawi atas perintah Kaisar Hadrian. Pada tahun 365, gempa menyebabkan kuil runtuh sekali lagi dan tidak dibangun kembali hingga zaman modern oleh arkeolog Inggris dan Italia. Kuil ini lebih besar dari Parthenon, sebuah refleksi dari kekayaan dan pentingnya Kirene di dunia Yunani kuno.

7. Erechtheum
blog-apa-aja.blogspot.com
The Erechtheum adalah sebuah kuil Yunani kuno gaya Ionic di sisi utara Acropolis Athena. Kuil ini dibangun antara 421 dan 407 SM. Namanya berasal Erikhthonios, pahlawan Yunani. Kuil ini mungkin paling terkenal untuk teras khas yang didukung oleh 6 tokoh perempuan yang dikenal sebagai Caryatids.

6. Temple of Apollo Epicurius
blog-apa-aja.blogspot.com
Terletak di lereng gunung terpencil di Peloponnese, Kuil Apollo Epicurius di Bassae adalah kuil Yunani terawat baik dan tidak biasa. Itu dibangun di suatu tempat antara 450 dan 400 SM. Kuil ini sejajar utara-selatan, berbeda dengan sebagian besar kuil Yunani yang sejajar timur-barat. Candi tidak biasa dalam hal ini memiliki contoh dari ketiga perintah yang digunakan dalam arsitektur klasik Yunani kuno. Bentuk kolom Doric Ionic peristyle='color:black; text-align:justify;' sementara kolom dukungan teras dan kolom Korintus fitur di pedalaman. Kuil Apollo Epicurius saat ini tercakup dalam tenda untuk melindungi reruntuhan dari unsur-unsur.

5. Doric Temple of Segesta
blog-apa-aja.blogspot.com
Terletak di bagian barat laut Sisilia, Segesta adalah salah satu kota utama dari orang Elymian, salah satu dari tiga masyarakat adat dari Sisilia. Populasi Segesta dicampur Elymian dan Yunani, meskipun Elymians segera Helenis dan mengambil karakteristik eksternal kehidupan Yunani. Kuil Doric yang terletak tepat di luar situs kuno ini terpelihara dengan baik. Hal ini dibangun pada akhir abad 5 SM dan memiliki 6 × 14 kolom. dan kuil ini juga tampaknya mengalami kekurangan atap di atas ruang utama.

4. Paestum
blog-apa-aja.blogspot.com
Paestum adalah sebuah kota Yunani-Romawi kuno di Italia selatan, tidak jauh dari pantai. Kota ini menawarkan 3 kuil Yunani yang terjaga. Kuil tertua di Paestum adalah Kuil Hera, dibangun sekitar 550 SM oleh kolonis Yunani. Kuil di dekatnya dibangun sekitar 1 abad kemudian dan juga didedikasikan untuk Hera, dewi perkawinan dan melahirkan. Lebih jauh berdiri Kuil Athena dibangun sekitar 500 SM.

3. Temple of Hephaestus
blog-apa-aja.blogspot.com
Terletak sekitar 500 meter di utara-barat dari Acropolis terkenal, Kuil Hephaestus adalah kuil Yunani terbaik yang diawetkan di dunia, meskipun jauh kurang dikenal dari tetangga yang terkenal. kuil ini dibangun pada abad ke-5 SM di sebuah distrik yang berisi banyak pengecoran dan toko-toko logam. Oleh karena itu didedikasikan untuk Hephaestos, dewa yang mengerjakan logam. Kuil Hephaestus dirancang oleh Ictinus, salah satu arsitek yang juga bekerja di Parthenon.

2. Valley of the Temples
blog-apa-aja.blogspot.com
Terletak di punggung bukit di luar kota Agrigento, sisa dari 7 kuil Yunani ini disebut Lembah Kuil. Kuil Concordia, dibangun pada abad ke-5 SM, adalah yang merupakan salah satu yang terbaik diawetkan terbesar dengan gaya kuil Doric yang masih berdiri. kuil lainnya termasuk Kuil Juno, yang digunakan untuk perayaan pernikahan, dan Kuil Heracles, Kuil tertua di lokasi yang saat ini hanya terdiri dari 8 kolom.

1. Parthenon, Acropolis
blog-apa-aja.blogspot.com
Parthenon di Acropolis adalah salah satu bangunan paling terkenal di dunia, dan kunjungan ke Athena tidak lengkap tanpa mengunjungi kuil ini. Pembangunan Parthenon dimulai pada tahun 447 SM, menggantikan kuil yang lebih tua yang dihancurkan oleh Persia, dan selesai pada 432 SM. Tujuan dari Parthenon adalah untuk rumah patung besar Athena parthenos yang terbuat dari gading, perak dan emas. Dulu di abad ke-5, patung itu dijarah oleh salah satu Kaisar Romawi, dan dibawa ke Konstantinopel, dimana ia kemudian dihancurkan.
 
Moyang Manusia Ternyata Menyerupai Tikus

Moyang Manusia Ternyata Menyerupai Tikus

Ilustrasi mamalia berplasenta pertama moyang manusia. Mamalia ini menyerupai tikus.

Selama ini, fauna yang dianggap sebagai moyang manusia hanya golongan primata. Padahal, pohon asal usul manusia lebih rumit. Ilmuwan baru saja mengungkap moyang baru manusia yang morfologinya ternyata menyerupai tikus.

Makhluk tersebut diungkap lewat penelitian selama 6 tahun, melibatkan studi morfologi dan genetik dari fauna modern dan prasejarah. Morfologi yang diamati di antaranya organ dalam, gigi, otot, bahkan pola bulu.

Ilmuwan fokus mempelajari golongan mamalia yang memiliki plasenta, seperti manusia, gorila, kuda, dan gajah. Golongan mamalia lain selain plasenta adalah masurpial yang membesarkan embrio dalam kantung serta monotrem yang membesarkan embrio dalam telur.

Dalam publikasi di jurnal Science, Kamis (7/2/2013), ilmuwan mengungkap bahwa mamalia berplasenta moyang manusia itu punya empat kaki, ekor yang berbulu, dan memakan serangga. Berat tubuh mamalia itu 6-245 gram serta bisa bergerak lincah di pepohonan.

Studi mengungkap, mamalia berplasenta mulai muncul 200.000 hingga 400.000 tahun setelah kepunahan dinosaurus 65 juta tahun lalu. Sebelumnya, ada prediksi yang menyatakan mamalia berplasenta sudah berevolusi jauh sebelum kepunahan dinosaurus, saat dunia masih terdiri atas benua tua Gondwana.

"Ini sekitar 36 juta tahun lebih lambat dari prediksi sebelumnya berdasarkan analisis genetik saja," kata Marcelo Weksler dari Museum Nasional di Federal University, Rio de Janeiro, yang terlibat riset, seperti dikutip Livescience, Kamis kemarin.

Riset ini membuktikan bahwa kepunahan dinosaurus memegang peranan penting bagi kejayaan mamalia. Sejak kepunahan itu, mamalia terus berevolusi dan menjadi beragam dengan jumlah spesies mencapai 5.100 macam saat ini.

Diberitakan AFP, Kamis, studi tersebut juga sangat penting untuk menjawab pertanyaan besar saat ini, bagaimana mamalia menjawab perubahan iklim masa lalu dan kemampuannya menjawab perubahan iklim saat ini.

Satu hal yang diketahui kini adalah pohon silsilah manusia semakin kompleks. Sifat manusia diturunkan dari ciri-ciri hewan sebelum primata. Siapa yang menduga bahwa moyang manusia bentuknya seperti tikus? 


Sumber : sains.kompas.com

Selasa, 12 Februari 2013

Mahkluk-Mahkluk Terbesar di Dunia

Mahkluk-Mahkluk Terbesar di Dunia

Terbesar di Daratan Sepanjang Masa
Argentinosaurus



Merupakan hewan darat terbesar sepanjang masa. Hewan ini memiliki panjang sekitar 45 meter dan berat kurang lebih 95 ton atau 30 kali berat gajah afrika. Mahluk ini hidup pada masa Cretaseous atau 100 juta tahun yang lalu. Mereka hidup berkelompok dan sering kali menjadi mangsa dari predator raksasa seperti Giganotosaurus.

Terbesar yang pernah terbang
Ornithocheirus



Merupakan mahluk terbesar yang pernah terbang. Sayap mahluk ini dari ujung ke ujung sepanjang 46 kaki atau 18 meter. Bahkan di sayapnya ini cukup untuk menampung 2 mobil keluarga. Ornithocheirus memakan ikan. Mahluk sebesar ini dapat terbang karena tubuhnya dibuat berongga sehingga mudah untuk terbang. Meskipun mahluk ini besar, seringkali mahluk ini menjadi santapan Deinosuchus atau Sarchosucus.

Predator Darat Terbesar Sepanjang Masa
Giganotosaurus


Giganotosaurus dinobatkan sebagai predator darat terbesar yang pernah ada. Struktur tubuh Gigan mirip dengan t-rex. Tetapi t-rex lebih pendek dan tubuhnya ‘hanya’ sekitar 9 meter, sedangkan Gigan dewasa bisa mencapai 13 meter. Raksasa ini hidup berkelompok dalam menjatuhkan mangsa besarnya seprti seekor Argentinosaurus dewasa.

Spinosaurus



Spinosaurus memiliki lempengan tulang di punggungnya setinggi 2 meter yg membuat tubuhnya jadi terlihat lebih besar lagi. Pertama kali ditemukan di mesir pada tahun 1915.

Menurut penemuan terbaru, Spinosaurus adalah yang jenis theropoda yang paling besar, bahkan lebih besar dari Tyrannosaurus rex atau Giganotosaurus. Penemuan terbaru ini menyatakan bahwa Spinosaurus memiliki panjang sekitar 16 sampai 18 meter dengan bobot dan 9 ton. Namun, pernyataan ini hanyalah dugaan sementara, sehingga figur ini belum bisa di buktikan secara jelas.


Predator Laut Terbesar Sepanjang Masa
Liopleurodon




Liopleurodon disebut-sebut merupakan predator terbesar sepanjang masa. Mahluk ini memiliki gigi sepanjang 30cm, dan tengkorak sepanjang 5 meter. Panjang maksimal tubuh monster ini adalah 25 meter. Makanan monster ini tentu saja tubuh paus dan berbagai mahluk berdaging banyak lainnya. Hidup 140 juta tahun lalu.

Megalodon


Megalodon adalah sejenis hiu yang hidup di masa purba. Hiu ini merupakan nenek moyang hiu dan tentunya memiliki ukuran yang luar biasa besar. Megalodon kecil berukuran sekitar 6 meter panjangnya. Sedangkan Megalodon dewasa berukuran sekitar 18 meter atau sebesar kapal. Makanan hiu ini biasanya seekor paus. Cara mereka makan pun sama dengan hiu modern.

Predator Amphibi Terbesar Sepanjang Masa

Sarcoshucus

Sarcosuchus, keluarga dekat buaya merupakan jenis buaya yang paling besar dalam keluarga buaya. Panjang tubuh monster raksasa ini sekitar 50 kaki dengan berat sekitar 8-10 ton, atau hampir sama dengan ukuran sebuah bus. Sarcosuchus kadang bisa memakan seekor dinosaurus raksasa yang senang meminum air di sungai tempat sarcosuchus tinggal.

Ular terbesar
Titanoboa


Titanoboa (Boa Titan) adalah genus ular yang hidup sekitar 60 hingga 58 juta tahun yang lalu pada periode Paleosen.[1] Satu-satunya spesies dalam genus ini yang diketahui adalah Titanoboa cerrejonensis, ular terbesar yang pernah ditemui.[1] Ilmuwan memperkirakan T. cerrejonensis memiliki panjang 13 m dengan massa lebih dari 1.100 kg, dan memiliki lebar 1 m. Fosil 28 T. cerrejonensis ditemukan di tambang batu bara Cerrejón di Kolombia utara tahun 2009

Sumber : didunia.net

Minggu, 10 Februari 2013

India Larang Penjualan Telur Dinosaurus

India Larang Penjualan Telur Dinosaurus

Foto : Moscowtopnews/republika.co.id

Pemerintah India berencana mengajukan aturan pelarangan penjualan gelap telur dinosaurus yang berumur jutaan tahun. Harian "The Times of India" pada Minggu melaporkan hal itu.

Undang-undang Pelestarian Fosil (FPA) yang dikirim ke dewan perwakilan rakyat daerah, bertujuan menghentikan penjualan telur oleh warga setempat di tempat dinosaurus bersarang di Padlya, negara bagian Madhya Pradesh, India Tengah.

Situs ini meliputi daerah sekitar 89 hektar dan dilindungi sejak tahun 2007, namun menjadi lahan subur bagi penyelundup berburu telur hewan purba itu.

Telur, yang berasal dari periode Cretaceous 145-66 juta tahun yang lalu, dijual oleh warga lokal hanya seharga 10 dolar AS. Sementara para ahli percaya bahwa telur-telur purba itu layak dinilai sekitar 190.000 dolar AS di pasar internasional.

"Tidak ada catatan berapa banyak telur dinosaurus yang telah hilang. Tetapi dengan diloloskannya undang-undang itu, kita bisa melarang kepemilikan dan penjualan fosil telur tersebut," kata Menteri Kehutanan Negara Bagian Madhya Pradesh Sartaj Singh.

Sumber : ANT
Editor : Tri Wahono 

Sabtu, 09 Februari 2013

Kota Tertua di Dunia

Kota Tertua di Dunia

Para geo-arkeologi laut kembali membuat prestasi besar dengan keberhasilannya mengungkap keberadaan kota kuno yang terendam di bawah laut. Kota bernama Pavlopetri di Yunani ini diperkirakan eksis pada jaman perunggu yakni 5000-6000 tahun lalu atau 12000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan semula. Yang menarik, jejak keberadaan kota yang tenggelam 4-5 meter di bawah laut ini masih terlihat jelas, termasuk runtuhan bangunan serta benda-benda peninggalannya seperti tembikar, keramik, dll.
Para ahli memperkirakan, inilah kota bawah laut tertua di dunia yang berhasil ditemukan. "Diperkirakan kota yang tenggelam ini adalah kota pelabuhan. Hal ini ditandai dari bangkai kapal yang berada di dekatnya. Penemuan keramik zaman neolitikum, merupakan suatu yang luar biasa. Kota ini dulunya adalah tempat perdagangan barang dan jasa yang maju," ujar.Geo-arkeologi laut Dr Nic Flemming dari National Oceanography Centre, Southampton.
Pavlopetri terletak di kedalaman 3 - 4 meter di bawah
air tidak jauh dari pantai berpasir selatan Laconia.
Kotanya masih sangat lengkap. Bangunan rumah, jalan, halaman, gedung peribadahan, kuburan, semuanya sudah dipetakan menggunakan perlengkapan 3-D digital yang paling mutakhir.
Pavlopetri dulunya diperkirakan berasal dari periode Mycenaean (sekitar 1680-1180 SM), dari masa sejarah Yunani Kuno yang kaya akan kesusasteraan dan mitos. Dari benda-benda tembikar Neolitis yang baru saja ditemukan menunjukkan tempat ini mungkin telah ditempati sejak sedikitnya 2800 SM. Dengan mempelajari tempat bahari penting ini, peneliti berharap untuk dapat lebih mengerti tentang peninggalan dari masyarakat Yunani Zaman Perunggu.
Proyek pengungkapan kota ini dilaksanakan oleh suatu tim multidisipliner, termasuk Dr Flemming, yang dipimpin oleh Mr Elias Spondylis, Ephorate dari Underwater Antiquities dari Kementerian Kebudayaan Hellenic di Yunani dan Dr Jon Henderson, seorang arkeolog bawah air dari Departemen Arkeologi di Universitas Nottingham.
Kota kuno bawah air ini pertama kali ditemukan pada tahun 1967 oleh Flemming, kemudian di National Institute of Oceanography. Ia dulu memperkirakan kota itu berasal pada jaman perunggu 2000 BC. Flemming kemudian bergabung dengan tim dari Cambridge University pada1968, untuk melakukan penelitian.
Hasilnya diterbitkan oleh The British School di Athena pada tahun 1969, namun setelah itu tidak ada tindak lanjutnya. Penelitian itu ‘stag' selama 40 tahun, Sejak itu tidak ada lagi peneliti yang masuk ke sana untuk mengungkap misteri kota kuno itu. Tahun 70-an Flemming bergabung dengan arkeolog dari University of Nottingham dan Ephorate dari Underwater Antiquities dari Kementerian Kebudayaan Hellenic, kembali memulai penelitian pada situs kuno itu.
"Apa yang kami temukan di sini adalah sesuatu yang dua atau bahkan tiga ribu tahun lebih tua daripada sebagian besar kota terendam yang telah dipelajari," kata Flemming: "Dan uniknya, kami memiliki rencana kota yang lengkap, utama jalan-jalan dan semua bangunan domestik. Kita dapat mempelajari bagaimana itu digunakan sebagai pelabuhan, di mana kapal-kapal datang dan bagaimana perdagangan dikelola. " jelasnya.
Dr. Jon Henderson, seorang arkeolog dari Universitas Nottingham, bergabung memimpin penelitian dengan Elias Spondylis dari Benda Purbakala Bawah Air Ephorate bagian dari Kementrian Kebudayaan Hellenic di Yunani. Dr. Henderson adalah arkeolog pertama dalam 40 tahun yang mendapat surat izin resmi dari pemerintah Yunani untuk bekerja di sana.
"Hal ini sangat menggairahkan. Saya pernah membaca tentang situs ini ketika saya masih muda dan sulit dipercaya bahwa saya bukan hanya menyelam di sana tetapi juga berkesempatan untuk mengerjakannya. Kemudian kami menemukan sekitar 9.000 meter persegi gedung baru yang baru-baru ini tampak karena pergerakan di pasir, sungguh luar biasa," kata Dr. Henderson.